Jumat, 14 September 2012

menstruasi pada wanita

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak, walaupunmungkin faktor-faktor kesehatan lain dapat membatasi kapasitas ini. Menstruasi biasanyadimulai antara umur 10 dan 16 tahun, tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatanwanita, status nutrisi, dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh.
Menstruasi berlangsungkira-kira sekali sebulan sampai wanita mencapai usia 45 - 50 tahun, sekali lagi tergantung pada kesehatan dan pengaruh-pengaruh lainnya. Akhir dari kemampuan wanita untuk  bermenstruasi disebut menopause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan seorangwanita. Panjang rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari, namun berkisar antara 21 hingga 40 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat yang berbedadalam hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal, termasuk kesehatan fisik, emosi, dan nutrisi wanita tersebut.
Periode pengeluaran darah, dikenal sebagai periode menstruasi (atau mens, atau haid), berlangsung selama tiga hingga tujuh hari. Bila seorang wanita menjadi hamil, menstruasi bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu, menghilangnya menstruasi bulanan merupakan tanda (walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Kehamilan dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan darah sederhana.
B.       Rumusan Masalah
1.Apakah definisi menstruasi ?
2.Bagaimana siklus menstruasi ?
3.Apakah definisi dari gangguan dalam menstruasi ?
4.Apakah definisi dari macam- macam gangguan dalam menstruasi ?
C.      Tujuan
1.   Tujuan Umum
Menjelaskan patofisiologi dan asuhan keperawatan gangguan dalam menstruasi.
2.   Tujuan Khusus
1.Menjelaskan definisi dari menstruasi
2.Menjelaskan siklus menstruasi
3.Menjelaskan definisi dari gangguan dalam menstruasi
4.Menjelaskan definisi dari macam – macam gangguan dalam menstruasi
5.Menjelaskan patofisiologi dari macam – macam gangguan dalammenstruasi
6.Menjelaskan manifestasi klinis gangguan dalam mentruasi
7.Menjelaskan penatalaksanaan medis dari macam–macam gangguan dalammentruasi
8.Menjelaskan Web of Caution dari macam – macam gangguan dalammenstruasi
9.Menjelaskan Asuhan Keperawatan klien dengan gangguan dalam menstruasi
D.      Manfaat
1.     Pembaca dapat memahami definisi, etiologi, manifestasi klinis, penatalaksanaan medis, serta patofisiologi gangguan yang terjadi pada saat menstruasi.
2.     Pembaca khususnya mahasiswa keperawatan dapat memahami asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan pada saat menstruasi.
3.     Perawat dapat menerapkan asuhan keperawatan yang tepat pada klien dengan gangguan dalam menstruasi.
BAB II
TINJAUAN TEORI
A.      Pengertian
Menstruasi yaitu pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi secara berulang (setiap bulan kecuali pada saat kehamilan). Menstruasi yang pertama kali (menarche) paling sering terjadi pada usia 10 tahun, tapi bisa juga terjadi pada usia 9 – 16 tahun, tergantung dari kuatnya faktor yang mempengaruhi kedewasaan dan perkembangan hormon dari gadis itu sendiri.
Faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya kematangan seksual (menstruasi, kematangan fisik) ditentukan oleh kondisi fisik individual, faktor keturunan, suku bangsa, faktor iklim, faktor cara hidup, faktor lingkungan, faktor sosial ekonomi, dan faktor geografis.
B.       Faktor-faktor yang mempengaruhi menstruasi
a)             Faktor eksternal yang mempengaruhi menstruasi adalah :
(1)          Faktor Suku Bangsa
Suku bangsa sangat berpengaruh terhadap terjadinya proses menstruasi karena sangat erat kaitannya dengan lingkungan, pengetahuan dan keadaan sekitar remaja. Menstruasi akan terjadi pada remaja pada suku bangsa yang mempunyai tingkat kemakmuran penduduk dan tingkat pengetahuan di atas rata-rata.
Fasilitas yang menunjang percepatan menstruasi seperti bioskop – bioskop, majalah – majalah yang dapat meningkatkan stimulus rangsangan seksual sering ditemui pada suatu bangsa yang tingkat kemakmurannya baik.
(2)          Faktor Iklim
Iklim yang panas (di daerah tropis) akan mempercepat reaksi hormonal, mempercepat peredaran darah, dan lain-lain yang diatur oleh hypothalamus. Pada rekasi hormonal yang cepat maka akan mempercepat datangnya menstruasi di usia yang lebih muda jika dibandingkan dengan di daerah yang beriklim dingin.
(3)          Faktor Cara Hidup
Gaya hidup instan dan modern dapat mengurangi tingkat kemandirian dan kepatuhan dari seorang anak remaja. Tingkat kemandirian yang kurang cenderung akan membuat tingkat ketergantungan remaja tinggi dan pada akhirnya akan memperlambat proses pendewasaan mereka dalam bertindak. Kedewasaan merupakan stimulus dari proses fikir remaja dalam mengatasi masalah yang akan mempengaruhi percepatan reaksi hormonal.
(4)          Faktor Lingkungan
Keadaan lingkungan sekitar tempat tinggal seorang anak remaja sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Lokasi tempat tinggal seorang anak remaja yang sedang berkembang yang berada di tengah kota maupun disuatu desa yang sunyi akan berpengaruh terhadap perkembangan pola fikir dan perkembangan jiwa anak selanjutnya akan berpengaruh terhadp perkembangan hormonal untuk mencapai kematangan.
(5)          Faktor Sosial Ekonomi
Pengaruh sosial ekonomi terhadap usia datangnya menarche diyakini sebagai interaksi yang kompleks antara faktor kesehatan, nutrisi dan gizi, serta lingkungan baik fisik maupun psikis. Tersediannya sarana informasi dan komunikasi akan berpengaruh terhadap perkembangan jiwa anak, selanjutnya akan berpengaruh terhadap perkembangan hormonalnya untuk mencapai kematangan.
(6)          Faktor Geografi
Datangnya menarche yang lebih awal pada penduduk yang tinggal didaerah Urban dengan kepadatan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan daerah yang kepadatan penduduknya lebih sedikit, diyakini merupakan hasil interaksi dengan faktor lain seperti faktor soaial dan ekonomi, dimana faktor tersebut dapat mempengaruhi tingkat kematangan seksual khususnya pada perkembangan remaja.
C.      faktor internal yang mempengaruhi menstruasi antara lain :
(1)          Faktor gizi
Anemia gizi besi merupakan masalah kesehatan berupa kurangnya kandungan Hemoglobin (di bawah 12 gr%) di dalam darah. Anemia gizi besi disebabkan karena intake makanan zat kaya besi yang tidak mencukupi, juga terjadi kehilangan darah yang berlebihan selama menstruasi. Upaya untuk meningkatkan intake zat besi adalah melalui perubahan pola makan dan pemberian suplement tablet besi. Hal ini seharusnya dilakukan remaja putri setelah menstruasi karena kebutuhan zat besi pada saat menstruasi juga meningkat.
(2)          Faktor Kesehatan
Masa remaja merupakan masa yang tepat untuk intervensi pendidikan dasar kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi karena ada kaitannya dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan (biologis, fisiologis, psikososial) yang menyeluruh dari remaja tersebut. Kesehatan pada remaja meliputi kesejahteraan secara fisik, mental dan sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi, peran dan sistem reproduksi.
(3)          Faktor Emosi
Pada masa remaja, emosi dapat mencapai taraf intensitas yang tinggi ditandai dengan ledakan marah, ketakutan dan pengurasan energi yang terus menerus untuk mengerjakan hal-hal yang mereka senangi.
Anak remaja lebih mampu mengendalikan emosi mereka setelah mencapai masa remaja akhir. Menstruasi merupakan proses yang terjadi dari dalam diri, yang sangat dipengaruhi oleh hormon – hormon yang efek lain dapat memacu peningkatan bahkan menurunkan emosi remaja untuk bertindak dan melakukan sesuatu.
(4)          Faktor Hereditas
Hereditas atau keturunan merupakan sangat mempengeruhi perkembangan individu remaja. Hereditas diartikan sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak, atau segala potensi, baik fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi (pembuahan ovum oleh sperma) sebagai pewaris dari pihak orang tua melalui gen-gen. Menurut teori mendel, bila dari hasil duplikat tersebut ada yang membawa fenotip dan genotip suatu penyakit tertentu, maka kemungkinan 50% akan menurun pada keturunan berikutnya.
D.      Siklus Menstruasi
Panjang siklus menstruasi adalah jarak antara tanggal mulainya menstruasi yang lalu dengan menstruasi berikutnya. Hari pertama mulainya perdarahan dinamakan hari pertama siklus. Panjang siklus menstruasi cukup bervariasi antara 21 – 40 hari dan hanya 10 – 15% wanita yang memiliki siklus 28 hari. Jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarche dan sesaat sebelum monopouse. Pada awalnya siklus menstruasi tidak beraturan. Jarak antara dua siklus bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam 1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. Rata-rata pengeluaran darah selama menstruasi antara 17,2 – 49,2 cc.
Lamanya menstruasi biasanya berlangsung 4 – 5 hari, namun ada juga yang mengalami haid hanya 3 hari dan ada pula yang sampai 7 hari. Masa subur terjadi kira-kira 14 hari sebelum haid dan pada waktu inilah seorang wanita bisa hamil bila melakukan hubungan seksual.
Siklus menstruasi terbagi menjadi 3 fase yaitu:11
a)      Fase Proliferasi
Di bawah pengaruh esterogen, endometrium mengalami poliferasi, epitelnya mengalami regenerasi, kelenjar memanjang dan jaringan ikat bertambah. Fase ini biasanya terjadi selama 7-9 hari.
b)      Fase Sekresi
Di Bawah pengaruh progesteron, kelenjar membesar dan melebar serta berkelok-kelok, juga mengeluarkan banyak getah dan jaringan ikat diantaranya menjadi sembab. Fase ini biasanya terjadi selama 11 hari.
c)      Fase Iskemia / Pramenstruasi.
Jika telur tidak dibuahi, korpus luteum akan beregenerasi dan lapisan endometrium mengalami pengerutan. Saat ini hormon progesteron dan esterogen akan turun. Fase ini biasanya terjadi selama 3 hari.
d)     Fase Menstruasi.
Fase ini biasanya terjadi selama 3-6 hari.
E.       Tanda datangnya menstruasi :
a)      Suhu badan meningkat
b)      Payudara membengkak
c)      Pinggang sakit
d)     Pusing
e)      Ganguan pada kulit (gatal, berjerawat)
f)       Nafsu makan bertambah
g)      Terjadi ganguan emosional
h)      Sebagian wanita pada saat menstruasi tampak biasa saja, namum ada pula yang mengalami sakit yang berlebihan, antara lain : nyeri atau kram dibagian perut bawah, nyeri punggung dan betis, nyeri di sepanjang paha bagian dalam.
F.       Masalah-masalah menstruasi pada remaja
Masalah-masalah yang sering terjadi pada remaja mengenai menstruasi antara lain :
a)      Amenorea
Amenorea adalah tidak adanya menstruasi sampai umur dimana masa menstruasi seharusnya berlangsung.
Amenorea disebabkan oleh:
(1)      Keterlambatan kematangan seksual, dikarenakan adanya kelainan pada kelenjar tiroid
(2)      Faktor psikogenik sering kali sulit untuk memisahkan antara faktor psikologis dan faktor nutrisi pada remaja yang mengalami gangguan body image. Hal ini menyebabkan depresi dan stress yang berpengaruh pada percepatan proses ovulasi dan cara kerja hormon seksual. Amenorea "atletik" banyak terjadi pada remaja putri yang sering melakukan olah raga berat dan ketat.
b)      Menometroragia
Merupakan pendarahan berlebih selama masa menstruasi. Menometroragia adalah salah satu diantara keadaan kegawatdaruratan ginekologi yang dialami remaja, hal ini disebabkan karena perdarahan disfungsi uterus.
c)      Dismenorea.
Kejang disertai nyeri selama menstruasi, dialami dua pertiga wanita pasca menarche. Dismenorea dapat terjadi akibat kelainan struktural serviks atau uterus dan akibat proses peluruhan dinding rahim.
d)     Sindrome Pramenstruasi
Sindrome pramenstruasi (pramenstrual syndrom / PMS) atau sindroma fase luteal lambat, merupakan tanda-tanda fisik yang kompleks dan gejala yang berhubungan dengan perilaku akan muncul selama separuh akhir dari siklus menstruasi, yang menghilang saat mulainnya menstruasi.